Segmentasi pasar adalah pengelompokkan pasar
menjadi kelompok-kelompok konsumen yang homogen,dimana tiap kelompok dapat dipilih
sebagai pasar yang dituju untuk pemasaran suatu produk. Agar segmentasi pasar
atau pengelompokkan pasar dapat berjalan dengan efektif maka harus memenuhi
syarat-syarat pengelompokkan pasar sebagai berikut :
1. Measurability, yaitu pembeli harus dapat diukur atau dapat didekati.
2. Accessibility, yaitu perusahaan dapat secara efektif memusatkan usaha
pemasarannya pada segmen yang telah dipilih.
3. Substantiability, yaitu segmen pasar harus cukup besar atau cukup
menguntungkan untuk dapat dipertimbangkan program-program pemasarannya.
Manfaat yang lain dengan dilakukannya segmentasi
pasar, antara lain:
1. Perusahaan akan dapat mendeteksi secara dini dan tepat mengenai kecenderungan-kecenderungan dalam pasar yang senantiasa berubah.
2. Dapat mendesign produk yang benar-benar sesuai dengan permintaan pasar.
3. Dapat menentukan kampanye dan periklanan yang paling efektif.
4. Dapat mengarahkan dana promosi yang tersedia melalui media yang tepat bagi segmen yang diperkirakan akan menghasilkan keuntungan yang lebih besar.
5. Dapat digunakan untuk mengukur usaha promosi sesuai dengan masa atau periode-periode dimana reaksi pasar cukup besar.
1. Perusahaan akan dapat mendeteksi secara dini dan tepat mengenai kecenderungan-kecenderungan dalam pasar yang senantiasa berubah.
2. Dapat mendesign produk yang benar-benar sesuai dengan permintaan pasar.
3. Dapat menentukan kampanye dan periklanan yang paling efektif.
4. Dapat mengarahkan dana promosi yang tersedia melalui media yang tepat bagi segmen yang diperkirakan akan menghasilkan keuntungan yang lebih besar.
5. Dapat digunakan untuk mengukur usaha promosi sesuai dengan masa atau periode-periode dimana reaksi pasar cukup besar.
KLASIFIKASI SEGMENTASI
Kotler (1995) mengklasifikasikan jenis-jenis
variabel segmentasi sebagai berikut:
1. Segmentasi Geografi
Segmentasi ini membagi pasar menjadi unit-unit
geografi yang berbeda, seperti negara, propinsi, kabupaten, kota, wilayah,
daerah atau kawasan. Jadi dengan segmentasi ini, pemasar memperoleh kepastian
kemana atau dimana produk ini harus dipasarkan.
2. Segmentasi
Demografi
Segmentasi ini memberikan gambaran bagi pemasar
kepada siapa produk ini harus ditawarkan. Jawaban atas pertanyaan kepada siapa
dapat berkonotasi pada umur, jenis kelamin, jumlah anggota keluarga, siklus
kehidupan keluarga seperti anak-anak, remaja, dewasa, kawin/ belum kawin,
keluarga muda dengan satu anak, keluarga dengan dua anak, keluarga yang
anak-anaknya sudah bekerja dan seterusnya. Dapat pula berkonotasi pada tingkat
penghasilan, pendidikan, jenis pekerjaan, pengalaman, agama dan keturunan
(misalnya: Jawa, Madura, Bali, Manado, Cina dan sebagainya).Contoh dari
segmentasi demografis ini antara lain produsen susu formula yang
membeda-bedakan produk berdasar usia antara lain susu untuk usia di bawah 1 th,
1-3 th, dan diatas 3 th.
- Umur dan Tahap Daur Hidup: Perusahaan menggunakan segmentasi umur dan daur hidup, yakni menawarkan produk berbeda atau menggunakan pendekatan pemasaran yang berbeda untuk kelompok umur dan daur hidup berbeda. Misalnya, beberapa perusahaan minuman membuat produknya untuk konsumsi kaum anak-anak dan remaja.
- Jenis Kelamin : Perusahaan menggunakan segmentasi jenis kelamin untuk memasarkan produknya, misalnya pakaian, kosmetik, dan majalah. Banyak majalah, yang mengembangkan model pakaian yang hanya ditujukan kepada para wanita atau kaum pria.
- Pendapatan : Pemasar produk telah lama menggunakan pendapatan menjadi segmentasi pemasaran produk dan jasanya, seperti mobil, kapal, pakaian, kosmetik dan jasa transportasi.
- Segmentasi Demografik Multivariasi : Perusahaan banyak yang mensegmentasi pasar dengan menggabungkan dua atau lebih variabel demografik. Misalnya, suatu pemasaran produk yang segmentasi pasarnya diarahkan pada umur dan jenis kelamin.
Pada segmentasi ini pembeli dibagi menjadi
kelompok-kelompok berdasarkan:
a. Status sosial misalnya: pemimpin masyarakat,
pendidik, golongan elite, golongan menengah, golongan rendah.
b. Gaya hidup misalnya: modern, tradisional, kuno,
boros, hemat, mewah dan sebagainya.
c. Kepribadian, misalnya: penggemar, pecandu atau
pemerhati suatu produk.
Misal, pasta gigi “Crest” yang menawarkan manfaat
perlindungan terhadap gigi berlubang sebagai daya tarik penjualan yang
.demikian juga pasta gigi “aquafresh” yang menawarkan 3 manfaat yaitu
“perlindungan terhadap gigi berlubang”, “nafas lebih segar”, dan “gigi lebih
putih”.
4. Segmentasi Tingkah Laku
Segmentasi tingkah
laku mengelompokkan pembeli berdasarkan pada pengetahuan, sikap, penggunaan
atau reaksi mereka terhadap suatu produk. Banyak pemasar yakin bahwa variabel
tingkah laku merupakan awal paling baik untuk membentuk segmen pasar.
PROSEDUR dan PROSES SEGMENTASI PASAR
Ada tiga tahap yang harus dilakukan dalam segmentasi
pasar (Kotler, 2003) yaitu:
1. Survey Stage
Survey Stage merupakan tahap melakukan
eksplorasi baik melalui focus group discussion atau dengan wawancara
terhadap beberapa kelompok konsumen untuk memperoleh keterangan mengenai motivasi,
sikap dan perilaku.
2. Analysis Stage
Analysis Stage merupakan tahap analisis
terhadap informasi yang telah diperoleh melalui survey. Analisis dapat
dilakukan dengan menerapkan analisis faktor untuk menelaah variabel-variabel
mana yang berkolerasi tinggi kemudian menerapkan analisis cluster.
3. Profiling Stage
Profiling Stage merupakan tahap untuk
mengidentifikasi profil masing-masingcluster yang terbentuk. Dengan ini
akan teridentifikasi perbedaan masing-masing cluster berdasarkan sikap dan
perilaku, demografi, psikografi, manfaat atau value yang diharapkan, kemudian
masing-masing cluster diberi nama berdasarkan karakteristik yang
menonjol.
sumber
ConversionConversion EmoticonEmoticon